Urip Sumahardjo atau waktu kecil bernama Muhammad Sidik nama pemberian sang nenek tersebut diganti menjadi Urip setelahorangtuanya tak tahan dengan tingkah lakunya yang nakal. Seorang kepala staf AD yang dikenal sebagai orang militer terhebat dibawah Jendral Sudirman.
Seorang pribumi pertama yang ditawari jadi letkol. Lahir tanggal 22 Februari 1893, di Purworejo, sejak kecil Urip adalah anak yang bandel, meskipun keluargnya adalah keluarga bangsawan terpandang di daerah tempat tinggalnnya. Kakeknya adalah bupati Trenggalek. Ia memuali karir militernya di KNIL di Kalimantan dengan masa dinas 7 tahun.
Salah satu yang membuat Letjen Urip terkenal adalah saat dia menjadi ketua panitia upacara ulang tahun Ratu Belanda, dia melarang seorang Bupati mengikuti upacara, karena datang terlambat. Hal ini membuatnya dipenjara dan meninggalkan dinas militer. Setelah kembali lagi ke militer, tak lama kemudian, pada tahun 1942, dia dipenjara lagi, bersama tentara Belanda yang lain, karena Belanda dikalahkan Jepang. Urip yang dibebaskan ditaari jabatan Komandan Polisi oleh Jepang, tapi dia menolaknya.
Urip diangkat menjadi Letjen, dan kepala staf umum TKR pada 15 oktober. Urip segara mengatur pemilihan pemimpin tertinggi TKR. Pada November 1945 terpilihlah Sudirman, yang saat itu menjabat Kolonel, dan memimpin Divisi V Banyumas. Peristiwa ini merupakan hal yang unik dalam sejarah perkembangan TNI, yaitu panglimanya tidak diangkat oleh pemerintah namun dipilih oleh anggota-anggotanya sendiri.
Urip yang jengah dengan pemerintah yang kurang memperhatikan militer mengndurkan dari segala jabatannya di militer. Namun pemerintah mengangkatnya sebagai penasihat militer presiden
Sebagai Kepala Staf pertama, Letjen Urip adalah peletak dasarorganisasi bagi angkatan perang di Indonesia, bahkan sebelum Jendral Sudirman diangkat menjadi pemimpin tertinggi, Urip bekerja sendiri. Jasanya begitu besar bagi kemiliteran Indonesia. Sesuai namanya Urip yang berarti hidup, namanya terus hidup dan tak henti-hentinya disebut dalam lembaran sejarah Indonesia. "Murni dan Berani" itulah kata-kata yang terukir di bawah patung Pak Urip
Tanda-tanda jasa Letjen Urip:
KISAH-KISAH LETJEN URIP
Seorang pribumi pertama yang ditawari jadi letkol. Lahir tanggal 22 Februari 1893, di Purworejo, sejak kecil Urip adalah anak yang bandel, meskipun keluargnya adalah keluarga bangsawan terpandang di daerah tempat tinggalnnya. Kakeknya adalah bupati Trenggalek. Ia memuali karir militernya di KNIL di Kalimantan dengan masa dinas 7 tahun.
Salah satu yang membuat Letjen Urip terkenal adalah saat dia menjadi ketua panitia upacara ulang tahun Ratu Belanda, dia melarang seorang Bupati mengikuti upacara, karena datang terlambat. Hal ini membuatnya dipenjara dan meninggalkan dinas militer. Setelah kembali lagi ke militer, tak lama kemudian, pada tahun 1942, dia dipenjara lagi, bersama tentara Belanda yang lain, karena Belanda dikalahkan Jepang. Urip yang dibebaskan ditaari jabatan Komandan Polisi oleh Jepang, tapi dia menolaknya.
Urip diangkat menjadi Letjen, dan kepala staf umum TKR pada 15 oktober. Urip segara mengatur pemilihan pemimpin tertinggi TKR. Pada November 1945 terpilihlah Sudirman, yang saat itu menjabat Kolonel, dan memimpin Divisi V Banyumas. Peristiwa ini merupakan hal yang unik dalam sejarah perkembangan TNI, yaitu panglimanya tidak diangkat oleh pemerintah namun dipilih oleh anggota-anggotanya sendiri.
Urip yang jengah dengan pemerintah yang kurang memperhatikan militer mengndurkan dari segala jabatannya di militer. Namun pemerintah mengangkatnya sebagai penasihat militer presiden
- Letjen Urip Sumohardjo wafat 17 November sore hari. Istrinya menemukannya berhenti bernapas saat mengantar susu untuk Pak Urip. Dia dimakamkan di TMP Semaki.
Sebagai Kepala Staf pertama, Letjen Urip adalah peletak dasarorganisasi bagi angkatan perang di Indonesia, bahkan sebelum Jendral Sudirman diangkat menjadi pemimpin tertinggi, Urip bekerja sendiri. Jasanya begitu besar bagi kemiliteran Indonesia. Sesuai namanya Urip yang berarti hidup, namanya terus hidup dan tak henti-hentinya disebut dalam lembaran sejarah Indonesia. "Murni dan Berani" itulah kata-kata yang terukir di bawah patung Pak Urip
Tanda-tanda jasa Letjen Urip:
- Bintang Sakti 1959
- Bintang Mahaputra 1960
- Bintang Republik Indonesia 1967
- Bintang Kartika Eka Paksi 1968
- Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1964
KISAH-KISAH LETJEN URIP
- Letjen Urip pernah memeberikan nasihat-nasihat kepada penjahat bernama Liem, hingga dia kembali ke jalan yang benar. Liem dididik hingga menjadi orang baik. Akhirnya Liem beliau angkat menjadi juru tulis
- Suatu hari teman Pak Urip berkata, "Kalau rakyat kecil belajar menulis dan membaca, akan habislah riwayat kita. Tak akan ada lagi yang mau menjadi pembantu rumah tangga. Kita harus memasak sendiri, mencuci sendiri, dan menyapu sendiri." Lalu pak Urip menjawab, " Ajarlah mereka menulis dan membaca. Mereka akan berterima kasih padamu. Kalau kita tidak mengajar mereka, mereka akan belajar sendiri. Mereka akan belajar membaca dan menulis. Mereka akan belajar lebih banyak lagi. Bukannya tidak mungkin mereka akan lebih pintar daripada kita. saya sendiri bangga kalau bangsa kita banyak yang menjadi orang pintar" temannya itu hanya diam tersinggung.
- Pada wakyu pindah ke Padangpanjang, beberap teman memberi nasihat untuk selalu membawa anjing, dan senjata saat berjalan-jalan. Mereka mengatak penduduk disana sangatlah kejam. Namun beliau tak pernah melakukannya, ternyata tak ada seorangpun yang mengganggunya
- Suatu hari Pak Urip datang ke Jakarta, untuk mengadakan perundingan dengan Belanda mengenai garis demarkasi. Panglima tentara Belanda, Jendral Spoor, begitu melihat Letjen Urip, langsung memberi hormat, dan menyebut Pak Urip dengan pangkat mayor. Pak Urip membalasnya, dan menyebut Spoor dengan pangkat kapten. Ternyata dulu Spoor adalah anak buah Pak Urip saat di KNIL. Karena kebaikan hati Pak Urip, Spoor sangat menghargai beliau
- Atasan Pak Urip di KNIL pernah marah karena Pak Urip menerima seorang wedana di rumah.
- Di Balikpapan ada kereta api milik perusahaan minyak Belanda. Suatu kali Pak Urip ingin naik kereta tersebut, namaun dilarang karena Pak Urip seorang pribumi. Dengan kuasanya, Pak Urip, yang tersinggung, memerintahkan kereta api tak boleh diberangkatkan. Perusahaan minyak ppemilik kereta apo melaporkannya ke Departemen Perang. Departemen Perang membenarkan tindakan Pak Urip, sejak itu Orang Indonesia boleh menumpang kereta api milik perusahaan minyak tersebut.
- Di Banjarmasin, ada upacar memperingati hari lahir Ratu Beland. Pak Urip yang perwira seharusnya hadir, namun beliau tidak hadir. Esoknya atasannya mememanggil Pak Urip dan bertanya dengan marah, "Letnan tidak kelihatan dalam upacara kemarin. Apakah Letnan tidak menghormati Ratu Belanda?" Pak Urip menjawab, "Kolonel, saya bukannya idak menghormati. Gedung yang dipakai, hanya boleh dimasuki orang-orang Belanda, dilarang dimasuki oleh orang Indonesia. Seperti Kolonel tau saya orang Indonesia." Sejak saat itu orang-orang Indonesia boleh memasuki gedung tersebut.
Imran, Drs Amrin, 2004. "LETJEN OERIP SOEMOHARDJO". Jakarta: MUTIARA SUMBER WIDYA.
No comments:
Post a Comment