- Untung lahir sekitar tahun 1660, sebagai putra bangsawan Bali
- Bali ditaklukkan oleh Belanda. Untung di bawa ke Jakarta sebagai budak Edeleer Mor. Dia diberi nama oleh Edeleer Mor " Si Untung" kaena kekayaannya bertambah sejak mengambil Untung sebagai budak
- DIpenjara karena menikahi anak Edeleer Mor, Suzanne. Di penjara bertemu WIrayuda, dan Kiai Ebun. Mereka berdua mengajarinya Islam, dan mengajaknya berjuang melawan Belanda
- Kabur dari penjara bersama rekan-rekannya. Melarikan diri ke Udug-udug, Jawa Barat pada 1678. Disana ia diberi gelar Surapati oleh pengikutnya
- 1679 bergerak ke Cisero
- 1683 bekerja untuk kompeni
- 1684 berbalik melawan kompeni. Melalui Cirebon bergerak ke Banyumas, Jawa Tengah. Bertemu Mangkubumi, dan Sunan Amangkurat II disana.
- 1685 pasukan Surapati bertempur melawan Belanda di Kartasura
- 1686 pasukan Belanda pimpinan Kapten Tack kalah oleh Surapati. Surapati bergerak ke Pasuruan, Jawa Timur. Disana ia diangkat menjadi bupati
- Membangun pasukan, dan benteng-benteng, yang berpusat di Pasuruan, dan Bangil
- Surapati yang sudah menikahi Raden Gusik memiliki tiga anak yaitu, Raden Penganten, Raden Suropati, dan Raden Suradilaga
- Meluaskan daerah ke Malang, Probolinggo, Kediri, dan Blambangan pada 1691
- Diam-diam mebangun kerja sama melawan kompeni bersama, bupati Surabaya, Jayeng rana
- 30.000 tentara Belanda pimpinan Gorvert Knol mengalahkan Surapati di benteng Bangil
- 5 November 1706 Surapati gugur bersama jatuhnya benteng Bangil
- 15 September 1707 Tiga orang putera Surapati terpaksa mundur, setelah 60.000 tentara Belanda pimpinan Herman de WIlde menaklukkan benteng Pasuruan. Pasukan Herman de Wilde menggali makam Surapati dan membakar jenazahnya, abunya dibuang ke laut
- Sunan Mas alias Sunan Amangkurat III menyerah kepada kompeni, dan dibuang ke Sailan(Srilanka)bersama seluruh keluarganya
- Di Madura putera-putera Surapati mendapat bantuan dari Raden Suderma
- 1714 Bersama bupati Sampang, Cakraningrat III. Putra-putra Surapati mengepung pasukan Belanda di Surabaya, dan menghalangi pemberian beras ke Jakarta
- Di pegunungan Malang 2 putra, dan 2 cucu Surapati bertemu Pangeran Diponegoro(bukan yang dari jogja lho), dan terus meneruskan perjuangan
- 1722 mereka menghubungi orang Belanda bernama Pieter Erberfeld, yang melakukan pemberontakan di Jakarta sebelum akhirnya dia dihukum mati
- 1723 kedua putra, dan kedua cucu Surapati akhirnya tertangkap mereka dibuang ke Sailan
- Di daerah Pasuruan,dan Malang cucu Surapati, Mas Brahim, bergelar Wironegoro masih melakukan perlawanan
- Wironegoro gugur, digantikan Wironegoro II
- 1763 Wironegoro II gugur, anaknya Melayu Kesuma, menggantikannya memimpin pengikut mereka di Malang. Sedangkan cucu Surapati lain, Kartonegoro, menjadi pimpinan di Lumajang
- 1767 Laskar Kartonegoro mundur ke Malang. Pada pertempuran di gunung Semeru, Belanda yang nyaris kalah mendapat bala bantuan, dan menyebabkan Kartonegoro gugur. Laskar Kartonegoro tercerai-berai
- Malang yang dikuasai Belanda, memaksa Melayu Kesuma menyingkir ke Selatan. Kompeni berhasil mengejarnya. Melayu Kesuma gugur bersama seluruh pengikutnya.
- Akhir dari 80 tahun(1685-1767)Perjuangan Surapati, keturunannya, dan pengikutnya berjuang melawan Belanda.
Disadur dari buku "Surapati" yang ditulis oleh Abdul Muis
No comments:
Post a Comment