Abu Burdah mengatakan bahwa Abu Musa r.a berkata, "Aku bersama dua laki-laki dari kaum Asy'ariyyin mendatangi Nabi saw., yang salah satu di sebelah kananku, dan yang lainnya di sebelah kananku. Keduanya meminta jabatan ketika Nabi saw. bersiwak, lalu beliau bertanya, 'Apa yang kau ucapkan wahai Musa(atau Abdullah bin Qais)?' Aku katakan, 'Demi Allah yang telah mengutus Anda dengan membawa kebenaran, dua orang ini tidak memberitahu saya tentang apa yang terlintas pada diri mereka, dan saya tidak menyangka keduanya akan meminta jabatan.'
Sepertinya aku melihat siwak Rasulullah di bawah bibir beliau, dan siwak tersebut telah menyusut, lalu beliau bersabda, 'Kami tidak akan memberikan jabatan kepada orang yang memintanya. Pergilah wahai Abu Musa.'"(HR. MUSLIM)
Abdurrahman bin Samurah r.a mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Hai Abdurrahman, janganlah kamu minta jabatan dalam pemerintahan. Karena, jika kamu diberi jabatan melalui permintaanmu, maka bebanmu sungguh berat. Tetapi, jika kamu diberi jabatan tanpa kamu minta, maka kamu akan dibantu orang banyak."(HR.MUSLIM)
Abu Dzarr r.a berkata, "saya bertanya, 'Ya Rasulullah, mengapa anda tidak memberiku jabatan?' Maka, Rasulullah menepukkan tangannya pada pundakku, lalu beliau bersabda, '"Hai Abu Dzarr, sungguh kamu ini lemah, sedangkan jabatan adalah amanah, dan jabatan itu akan menjadi kehinaan serta penyesalan pada hari Kiamat, kecuali bagi orang yang memperolehnya dengan benar, dan melaksanakan kewajibannnya dalam jabatannya.'"(HR MUSLIM)
No comments:
Post a Comment