19 September, 2016

Sabar: Pasrah Atau Berjuang?

Sabar: Pasrah Atau Berjuang?
by:Ihsan JJ
HAKIKAT SABAR
Allah memerintahkan kepada umat islam agar meminta tolong kepadanya dengan sabar, dan shalat, bahkan Dia berkata, إن الله مع الصابرينsesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar". Kemudian dalam sebuah mahfuzhot disebutkan bahawa barangsiapa bersabar dia akan beruntung.
Sabar bagaimanakah yang ditolong oleh Allah, dan sabar bagaimanakah yang beruntung itu?
Apakah bakso keliling yang selama 10 tahun dia "bersabar" dengan penghasilannya yang kecil, dengan berbagai alasan tidak berinovasi, dan berkreasi untuk meningkatkan penjualan, bisa disebut sebagai orang yang “sabar”?Tidak! Itu bukan sabar!

Sabar adalah konsistensi dalam bekerja keras, berjuang, dan berinovasi. Isbir 'alaa kulli maa ya'tii Az-zamaanu bihi sobru-l-hussaami bikaffi Adz-dzaari'i-l-bathali, dalam potongan mahfuzhot tersebut kesabaran diibaratkan sebuah pedang. Kenapa diibaratkan sebuah pedang? bukan sebuah perisai?Karena perisai hanya diam, dan menahan serangan yang datang, sedangkan pedang, dia tidak hanya mampu menangkis, namun juga menyerang balik. Itulah sabar, menghadapi segala cobaan, dan perubahan yang datang seiring berlalunya waktu, dengan tetap bekerja keras, berjuang, dan berinovasi, bukan hanya dalam berbisnis atau bekerja, tapi juga dalam membela agama Islam.

Menunggu dalam konteks sabar bukanlah diam menunggu takdir bekerja. Menunggu dalam konteks sabar adalah wujud dari time management yang baik serta pemilihan skala prioritas yang tepat. Menunggu juga adalah bentuk pertahanan diri, sampai tiba waktu yang tepat untuk membalas, sebagaimana pedang yang menebas setelah berkali-kali menangkis serangan lawan.

Contoh terbaik adalah nabi kita Muhammad SAW. Diam beliau ketika dicemooh, dan disakiti oleh orang quraisy bukanlah wujud ketidakberdayaan. Tapi pertahanan diri yang tepat, karena dibalik diamnya itu, Beliau bersama para sahabat. pengikut, dan orang-orang yang bersimpati kepadanya, membangun kekuatan, dan memperluas jaringan bahkan hingga ke luar Mekkah. Hingga akhirnya Beliau berhasil menaklukkan Mekkah pada 10 Hijriyah. Seandainya Rasul secara gegabah melawan quraisy, ketika masih menjadi kaum minoritas yang tertindas di Makkah, mungkin sejarah akan berubah.

Pendek kata, kesabaran adalah bahan bakar konsistensi, pengaturan waktu , pemilihan skala prioritas yang baik, dan sikap pantang menyerah. Itulah kenapa Ash-Shabru yu'iinu 'alaa kull'amalin(Kesabaran menolong dalam setiap pekerjaan). Mereka yang memiliki sikap sabar aktif seperti itulah yang mendapat keberuntungan, dan mendapat pertolongan dari Allah SWT.


KESABARAN PARA NABI ULUL AZMI
  • Nabi Nuh meskipun setelah ratusan tahun berdakwah kepada salah satu umat paling keji yang pernah ada di bumi, umatnya tetap mengingkarinya, bahkan Istri, dan seorang anaknya menentang dakwah beliau. Namun beliau tetap konsisten dengan dakwahnya, sampai Allah swt memusnahkan umatnya yang tetap mengingkarinya. Konsistensinya dalam berdakwah itulah yang membuat Nabi Nuh termasuk dari para nabi ulul azmi, para nabi yang memiliki ketabahan yang kuat.
  • Meskipun berada di kerajaan yang dikuasai penyembah berhala dia terus berjuang dalam mendakwahkan risalah Allah swt. Beliau giat menentang kemusyrikan, bahkan dengan berani menghancurkan tipu daya kaum penyembah berhala di Babilonia. Walaupun harus dilempar ke dalam api yang membara hidup-hidup, beliau tetap konsisten dalam mempertahankan kebenarannya
    Ujian bagi Nabi Ibrahim belum berakhir, setelah diperintahkan untuk mengasingkan Hajar, dan Ismail, Allah memerintahkannya untuk menyembelih Ismail. Nabi Ibrahim tetap konsisten dengan kesetiaan, dan kepatuhannya pada Allah. Kesabaran Nabi Ibrahim diberi ganjaran oleh Allah swt berupa janji bahwa Allah akan memberkahi keturunan Ibrahim as.
  • Nabi Musa sempat menunggu, dan berlindung dengan sabar di negeri Madyan lantaran perkara kematian seorang warga Mesir. Sampai pada timing yang tepat, Allah swt. Memerintahkan beliau untuk kembali ke Mesir demi menyelamatkan bani Israil dari penindasan.
    Nabi Musa tidak pernah menyerah untuk membimbing kaumnya, meskipun beberapa kali kaumnya membangkang bahkan kembali pada kesyirikan, beliau tetap tabah, dan pantang menyerah untuk membimbing kaumnya menyembah Allah swt. Beliau menjadi nabi paling sering disebut dalam Al-Qur'an.
  • Berbagai tantangan dalam dakwah dirasakan oleh Nabi Isa. Mulai dari diftinah sebagai penista kaum Yahudi, menghadapi pengkhianatan muridnya, persekongkolan yang memfitnah, bahkan hendak dibunuh oleh kaumnya sendiri. Segalanya beliau hadapi dengan sikap pantang menyerah, dan konsistensi terhadap agama Allah swt. Hingga Allah menyelamatkannya dari tipu daya orang-orang kafir.
  • Sebagaimana telah disebutkan tadi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menghadapi berbagai penolakan, dan pengabaian dari orang-orang kafir. Karena kesabarannya, Allah selalu memberikan perlindungan, dan pertolongan kepadanya.
SABAR DALAM BERJUANG
Hidup adalah perjuangan, orang yang memilik tujuan yang besar akan menghadapi berbagai tantangan, dan halangan dalam menggapai tujuan tersebut. Satu hal yang dibutuhkan dalam perjuangan adalah “kesabaran”

No comments:

Post a Comment