24 March, 2020

"Orang Itu Pasti Masuk Surga"

Agak terusik hati ini saat mendengar kata-kata, “kalau mau melihat ahli surga lihatlah ke kyai fulan”. Tulisan ini bukan mau menafikan keshalihan sang kyai apalagi menjatuhkan derajat beliau, hanya saja meluruskan pandangan beberapa kelompok yang ghuluw (berlebihan) dalam mencintai orang shalih.

Allah sudah memberikan banyak sekali tanda-tanda seorang penghuni surga, baik melalui Al-Qur’an maupun hadits. Fungsinya adalah agar hamba-hambanya memiliki banyak kebaikan untuk dikejar dalam sosok penghuni surga, yang disampaikan dalam al-Qur’an. Sifat-sifat penghuni surga yang kita temukan dalam nash, ibarat lentera yang menerangi gelapnya jalan, ketika sifat-sifat penghuni neraka bagaikan rambu-rambu yang menjaga kita tetap di jalan yang benar untuk sampai ke tujuan.

Namun ciri-ciri, dan sifat penghuni surga yang melekat pada seseorang tidaklah menjamin dia merupakan penghuni surga. Kesamaan pada sifat yang terlihat tidak menjamin kesamaan pada hakikat.

Setiap manusia memiliki sifat yang terlihat maupun tidak terlihat. Bahkan banyak sekali kita temukan, watak seseorang berbeda tergantung orang yang dihadapinya. Watak yang dia tunjukkan ke orangtuanya, berbeda dengan watak yang dia tunjukkan ke teman kuliahnya, berbeda dengan watak yang ia tunjukkan ke teman kerjanya. Dan semua yang ia tunjukkan ke orang lain bisa jadi berbeda dengan dirinya sesungguhnya ketika ia sendiri. Artinya apa yang kita lihat, dan ketahui dari seseorang hanyalah sebagian kecil apa yang ada pada dirinya. 

Untuk bisa menghakimi seseorang ahli surga atau bukan, haruslah mengetahui segala sesuatu tentang orang tersebut. Luar dalamnya, lahir batinnya, yang dirahasiakan, dan yang ditampakkan, dari hal yang paling kecil sampai yang paling besar. Dan yang mampu mengetahui semua itu hanyalah Allah.

Maka yang mampu, dan boleh memvonis seseorang masuk surga, atau neraka hanyalah Sang pemilik keduanya yaitu, Allah. Manusia tidak memiliki hak untuk berspekulasi dalam hal-hal ghaib, apalagi menghakimi surga, dan neraka seseorang , wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment