Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Ali Imran 169-170)
Ruh manusia di alam kubur dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalh mereka yang mendapatkan nikmat kubur, dan kelompok kedua adalah mereka yang mendapat siksa kubur.
Ayat diatas menjadi dalil bahwasanya mereka yang mednapat nikmat kubur, dapat berkomunikasi satu sama lain dan saling memberikan kabar gembira.
Imam Sa’diy dalam tafsirnya berkata:
“Mereka bergirang hati tentang orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka” maksudnya, Sebagian dari mereka memberikan kabar gembira kepada Sebagian lainnya tentang akan meyusulnya saudara-saudara mereka yang belum menyusul mereka dan bahwasanya mereka akan mendapatkan apa yang telah mereka dapatkan
“Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati,”
maksudnya mereka memberikan kabar gembira dengan hilangnya hal-hal yang
dikhawatirkan dari mereka dan dari saudara-saudara mereka yang melazimkan
kesempurnaan kebahagiaan mereka”